Fathulmuin19’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Sekilas pandang Federalisme di Indonesia

Negara federal berangkat dari satu asumsi dasar bahwa ia dibentuk oleh sejumlah negara atau wilayah yang independen, yang sejak awal memiliki kedaulatan atau semacam kedaulatan pada dirinya masing-masing. Negara-negara atau wilayah-wilayah itu yang kemudian bersepakat membentuk sebuah federal. Negara dan wilayah pendiri federal itu kemudian berganti status menjadi negara bagian atau wilayah administrasi dengan nama tertentu dalam lingkungan federal. Dengan kata lain, negara atau wilayah yang menjadi anggota federasi itulah yang pada dasarnya memiliki semua kekuasaan yang kemudian diserahkan sebagian kepada pemerintahan feder. Dalam hal ini kewengan pemerintah federal lebih terbatas dibandingkan Negara bagian dalam bahasanya Jimly residual powernya Negara federal diletakkan pada Negara Bagian.
Dalam khasanah sejarah pembentukan negra Indonesia, diawal kemerdekan Indonesia pernah mencoba konsep ini, yaitu dengan dibentunya negara RIS pada tanggal 27 Desember 1949 yang terdiri dari 16 daerah bagian, yaitu tujuh negara bagian (Negara Republik Indonesia (Yogya), Indonesia Timur, Pasundan, Jawa Timur, Madura, Sumatera Timur dan Sumatera Selatan dan sembilan satuan kenegaraan yang berdiri sendiri, yaitu Jawa Tengah, Bangka, Belitung, Riau , Kalimatan Barat, Dayak Besar, Daerah Banjar, kalimantan Tenggara dan Kalimantan Timur.
Federasi yang pernah terjadi di Indonesia sebenarnya disebabkan oleh KMB yang dilaksanakan pada 2 November 1949 antara fihak Indonesia dengan belanda. KMB ersebut menghasilkan tiga keputusan 1.pembentukan Negara Republik Indonesia Serikat 2. penyerahan kedaulatan kepada Negara Republik Indonesia Serikat 3. pembentukan Uni RIS-Belanda sehingga pembentukan UUD akan dipersiapkan oleh delegasi Republik Indonesia Bersama (BFO).
Hasil kerja antara BFO dengan fihak belanda tersebut menghasilkan Konstitusi RIS. Kata konstitusi dalam dalam konstitusi RIS tersebut dugunakan dalam arti yang sama dengan UUD yang dipakai amerika serikat. Muatan yang ada dalam konstitusi RIS ini menganut bentuk republik federasi.besistem pemerintahan parlementer disertai kebijaksanaan bahwa parelemen tidak dapat menjatuhkan presiden, dan ini semua bisa dilihat dalam pasal 118 dan 122 konstitusi RIS.
Pemegang kedaulatan RIS adalah pemerintah bersama DPR dan senat pasal 1 dan 2. yang sekaligus badan pemebentuk undang-undang khusus, yaitu menegenai satu, beberapa, atau semua daerah bagian atau bagianya atau yang khusus mengenai hubungan antara RIS dengan daerah daerah yang tersebut pada pasal 2 (pasal 127a). sedangkan UU biasa cukup dibuat oleh DPR. dari sudut konstitusi konfigurasi yang terjadi pada masa RIS adalah demokrasi.
Karena pembentukan RIS lebih baying baying oleh KMB berarti berbau belanda, maka RIS tersebut disikapi secara emosional oleh masyarakat Indonesia dengan sejumplah ketakutan Indonesia akan dijajah kembali, maka RIS tidak berumur lama. Pada 17 agustus 1945 RIS dikembalikan pada bentuk Negara kesatuan dibawah UUD 1950.

March 7, 2009 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: